Keandalan sistem kelistrikan merupakan jantung dari seluruh operasional di wilayah pertambangan yang beroperasi tanpa henti selama dua puluh empat jam. Gangguan sekecil apa pun pada distribusi daya dapat mengakibatkan penghentian produksi secara masif dan kerugian finansial yang signifikan bagi perusahaan. Dalam agenda Energi Tambang kali ini, tim teknis berfokus pada pemeliharaan aset vital yang berfungsi mengatur tegangan tinggi dari sumber pembangkit menuju unit-unit operasional. Kesadaran akan efisiensi energi juga terus ditingkatkan, di mana perusahaan kini mulai melakukan transisi energi hijau untuk mendukung operasional yang lebih bersih dan berkelanjutan di masa depan. Melalui kegiatan pengecekan rutin ini, diharapkan seluruh komponen pada transformator listrik substation berada dalam kondisi prima guna menjamin kontinuitas aliran energi di area tambang yang luas.
Prosedur pemeliharaan transformator listrik substation dimulai dengan pemeriksaan visual menyeluruh terhadap tangki, bushing, dan sistem pendingin. Salah satu indikator paling krusial yang harus diperiksa adalah level dan kualitas minyak isolasi. Minyak trafo tidak hanya berfungsi sebagai isolator listrik, tetapi juga sebagai media pendingin yang menyerap panas dari gulungan tembaga di dalamnya. Energi Tambang menekankan bahwa pengujian DGA (Dissolved Gas Analysis) harus dilakukan secara berkala untuk mendeteksi adanya potensi percikan listrik atau panas berlebih secara dini sebelum terjadi kegagalan sistem yang bersifat katastropik. Kebocoran minyak sekecil apa pun harus segera diperbaiki agar tidak terjadi kontaminasi lingkungan.
Selain pemeriksaan minyak, pengecekan pada sistem proteksi dan pemutus sirkuit (circuit breaker) juga menjadi prioritas dalam agenda rutin ini. Alat-alat proteksi ini bertugas memutuskan aliran listrik secara otomatis saat terjadi gangguan seperti beban lebih atau hubungan pendek. Jika sistem proteksi tidak berfungsi dengan baik, trafo dapat mengalami kerusakan permanen yang biaya perbaikannya sangat mahal. Teknisi di lapangan dibekali dengan alat ukur termografi inframerah untuk memantau suhu pada titik-titik sambungan kabel. Suhu yang tidak normal (hotspot) biasanya menandakan adanya sambungan yang longgar atau korosi yang harus segera ditangani.
Kebersihan area substation juga sangat memengaruhi kinerja peralatan listrik bertegangan tinggi. Debu dan kotoran yang menempel pada bushing keramik dapat memicu terjadinya flashover atau loncatan listrik yang membahayakan personil dan alat. Oleh karena itu, agenda Energi Tambang selalu mencakup pembersihan rutin secara manual maupun menggunakan peralatan khusus.