Industri pertambangan seringkali dipandang sebelah mata karena dampak lingkungannya yang destruktif, meninggalkan lubang-lubang besar dan lahan gersang setelah mineralnya habis dikeruk. Namun, paradigma ini mulai berubah seiring munculnya konsep energi tambang baru. Salah satu inovasi paling canggih dalam reklamasi lahan saat ini adalah cara bekas lahan tambang diubah jadi pembangkit tenaga surya (PLTS). Langkah ini merupakan solusi dua arah: memulihkan fungsi lahan sekaligus menghasilkan energi bersih yang bermanfaat bagi operasional tambang maupun masyarakat sekitar.
Proses transformasi ini dimulai dengan rehabilitasi lahan dan penguatan struktur tanah pada bekas area tambang terbuka (open pit). Lahan yang luas dan terbuka ini sebenarnya memiliki potensi luar biasa sebagai lokasi penempatan ribuan panel surya karena biasanya tidak ada penghalang fisik seperti pepohonan atau bangunan tinggi yang menghalangi sinar matahari. Dengan membangun pembangkit tenaga surya di atas lahan tersebut, perusahaan tambang dapat mengurangi emisi karbon mereka secara drastis dengan beralih dari pembangkit listrik tenaga uap (batu bara) ke energi matahari untuk menjalankan aktivitas industri mereka.
Selain di darat, inovasi PLTS Terapung kini mulai diterapkan pada lubang-lubang bekas tambang (void) yang telah terisi air. Panel surya dipasang di atas permukaan air, yang tidak hanya menghemat penggunaan lahan darat tetapi juga memberikan keuntungan teknis. Air di bawah panel berfungsi sebagai pendingin alami yang menjaga efisiensi panel surya agar tetap optimal, sementara panel surya membantu mengurangi penguapan air di kolam tersebut. Ini adalah contoh nyata dari ekonomi sirkular, di mana sisa aktivitas industri di masa lalu menjadi fondasi bagi kemandirian energi di masa depan.
Manfaat ekonomi dari proyek ini juga sangat signifikan. Bekas lahan tambang yang tadinya merupakan aset mati dan memerlukan biaya pemeliharaan besar kini berubah menjadi aset produktif yang menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan dapat dialirkan ke jaringan PLN untuk menerangi desa-desa di sekitar lokasi tambang, meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedalaman yang selama ini mungkin kesulitan akses energi. Proyek semacam ini juga menciptakan lapangan kerja baru di bidang teknologi energi terbarukan bagi tenaga kerja lokal, memberikan peluang transisi karier dari sektor tambang ke sektor energi hijau.